Ini Bedanya KPR Syariah Dan Konvensional



Membeli rumah memang sudah menjadi salah satu impian untuk semua orang. Perihal membeli rumah memang berat, terutama …

Pembelian rumah untuk golongan muda

#Ini #Bedanya #KPR #Syariah #Dan #Konvensional

Bantuan perumahan kerajaanBeli rumah tanpa depositMiliki rumah IdamanPembelian rumah pertamaPembelian rumah untuk golongan mudaPembiayaan rumah LPPSAPendapatan rendah boleh beli rumahPinjaman perumahan kerajaanPinjaman rumah pendapatan sederhanaProgram rumah selangorkuProjek rumah Pekerja SwastaRumah bajet rendahRumah di Kuala LumpurRumah di Kuala Lumpur LPPSARumah di SelangorRumah kos sederhana 2024Rumah kos sederhana SelangorRumah M40 2024Rumah mampu milikRumah mampu milik untuk M40Rumah Pelaburan HartanahRumah rakyat 1MalaysiaRumah Sederhana terkiniRumah selangorku terkiniRumah untuk golongan berpendapatan sederhanaRumah Untuk Pekerja SwastaSkim Pelaburan HartanaSkim rumah bagi penjawat awamSkim rumah beliaSkim Tanpa Modal Beli Rumah Malaysia
Comments (41)
Add Comment
  • @bfurukawa957

    Bunga naik turun, tp klw bunga turun ga ikut faktanya

  • @Cakrawalachannel

    Belajar lagi itu kalau jelasin akadnya apa kesepakatanya gimana, wakalah apa itu kalau orang awam pasti anggap sama syariah sama konvensional

  • @hangoutblits2749

    Masing masing ada kelbihan dan kkurangan. Klo konvensional bisa di lunasi di tengah sisa tenor angsuran .
    Klo syariah gak bisa di lunasi di tengah tenor angsuran(catatan bisa dilunasi tapi sesuai jumlah besar total kseluruhan tenor angsuran)
    Misal pinjam 350juta mnjadi 500 jt 10 tahun, yg sdh diibayarkan 150jt selama 4th. Jadi klo mau dilunasi ya harus 350jt, wlopn masa tenor angsuranya masih 6 tahun lagi. Dan kbnyakan orang keberatanya dsitu mrasa kurang fer. Logikanya rumah harga 500jt harusnya slsai 10 tahun mnjadi lunas di tahun ke 4 artinya rumah itu sangat mahal…😂

  • @novemberman5142

    Penghasilan gak ada 10jt, DP nya aja gak bisa kebayar🤣

  • @dedypedro657

    sma aja riba lebih besar juga.
    jika cicilan barubah"

  • @PropertyJemberKota

    Perbedaan paling mendasar dari KPR Rumah Konvensional dgn Bank dan Kredit Syariah Tanpa Kpr Bank adalah sebagai berikut:

    KPR BANK
    – Bebasis pinjaman dana, konsumen mencicil dana pinjaman dari Bank.

    Nah oleh sebab itulah, seorang muslim yang ingin menghindari riba dalam proses kepemilikan rumahnya, akan menghindari kpr melalui bank. Jadi bukan hanya tentang "hitung2an persentase" lebih murah atau lebih mahal, tetapi lebih pada esensi dari sistemnya atau basis kreditnya.

    Karena jika basis kreditnya, atau aqadnya adalah "pinjaman dana" atau "qard" dalam istilah fiqhnya, maka itu kategorinya adalah riba, dan bagi muslim yang kuat memegang prinsipnya ia pasti takut untuk melanggar yang sudah dilarang oleh Allah, ini tentang prinsip ya, untuk berusaha maksimal ta'at pada larangan Allah.

    Jika belum mampu dgn kredit syariah yang dp minimal 30%, dan angsuran bulanan yang lebih tinggi, maka akan lebih memilih untuk mengontrak saja dulu sambil ikhtiar memperbesar sumber income hingga mampu mengumpulkan dp minimal 30%

    KPR SYARIAH TANPA BANK
    – Berbasis perdagangan murni/Jual beli

    Dimana tidak ada keterlibatan pihak ke 3 yang memberi kredit dana, namun konsumen langsung "ber-Aqad jual beli" dengan pihak developernya. Jadi yang konsumen cicil adalah langsung "Barang yang dibeli" yaitu unit rumahnya, bukan pinjaman dana dari pihak ke 3 yang dicicilnya

    Banyak yang tidak bisa melihat dengan tepat inti perbedaan dari kpr bank, dan kpr syariah tanpa bank, yaitu pada basis kreditnya. Tidak sedikit yang mencoba menyimpulkan atau mencari perbedaannya dgn cara "menghitung besar-kecilnya persentase margin kredit". Dengan cara ini, bila tujuannya adalah untuk melihat perbedaan kpr syariah tanpa bank vs kredit kpr bank, maka tidak akan pernah benar2 mengerti dimana letak perbedaannya.

    Pada akhirnya akan menyimpulkan:
    "Yaah sama saja kredit syariah dan kpr bank". Ini adalah hasil kesimpulan karena menghitung margin.

    Padahal, sekali lagi, perbedaan kredit kpr bank dan krdit syariah tanpa bank adalah:
    "BASIS KREDITNYA" bukan "PERSENTASE MARGIN"

    Betul, bahwa margin yang sangat tinggi dari kredit itu tentu merugikan konsumen dari segi materi Apalagi dgn kualitas bangunan rumah yang bisa "sangat minim" tak sesuai dgn total harga yang begitu tinggi karena kredit (Hal yg banyak ditemui pada rumah subsidi karena ada pembatasan harga pokok, berdampak pada terbatasnya kualitas bangunan juga).

    Mari Perhatikan Lagi:
    Esensi dari riba itu bukanlah tentang marginnya nggih, tetapi lebih kepada basis kreditnya, jika basis kreditnya pinjaman maka itulah yang riba walaupun bunganya sangat kecil. Jika basis kreditnya murni perdagangan, maka bukan riba, walau harga lebih mahal. ini yang banyak orang belum betul2 detil memahami.

    ini jika kita bicara dari segi perbedaan nya, untuk "membedakan keduanya secara tepat" sesuai fakta hukum syariahnya. Agar hukum halal-haramnya tak menjadi abu-abu gara2 hanya melihat hitungan persentase saja.

    Akan tetapi, walaupun itu murni berbasis perdagangan dan bukan riba, seharusnya kita juga jangan ambil untung terlalu tinggi, kalaupun harga tinggi maka wajib sesuai dgn kualitas dan spek rumah yang ditawarkan. Tidak riba tetapi menzolimi konsumen dgn kualitas rumah yang buruk, nah itu sama2 dosa besar juga 😂

  • @nuraciaci2974

    Mau tanya kpr bank Syariah,tapi tetep ada bunga 7% apa itu termasuk riba, tapi naik hanya 1 kali naik, setelah itu flat sampai lunas

  • @wiharsoshutmpi9891

    Bahaya Berhutang KPR Secara Syariah di Bank Muam*l*t

    Pada tahun 2015 saya berhutang di Bank Muam*l*t Sebesar Rp.180.000.000 (15 Tahun). Selama 7 (tujuh) tahun saya selalu membayar angsuran tepat waktu, Tidak pernah mengalami keterlambatan. Kemudian pada tahun ke 7 atau bulan ke 93 saya ingin melunasi Hutang di Bank Muam*l*t. Pada tanggal 28 Juni 2022. Saya menuju Costumer Service dan bertanya berapa sisa hutang saya, Costumer Service kemudian memberikan print rinciannya dan di dapatlah sisa hutang saya tinggal Rp.136.849.569. Saya kemudian mengajukan rencana pelunasan kepada Bank Muam*l*t. Namun pada tanggal 30 Juni 2022 saya terkejut menerima kabar dari Relationship Manager ternyata angka pelunasan hutang saya menjadi Rp.238.187.000. selisih Rp.101.337.431.
    Amazing!!!
    Ternyata yang dibilang gak ada Pinalti saat pelunasan di Bank Syariah seperti ini.
    Di Bank Konvensional yang mereka tuduh menggunakan sistem Riba gak akan pernah kita temukan cerita Hutang kita akan berlipat seperti ini. Bahkan walaupun kita dikenakan pinalti sampai 3-6 kali angsuran. Sistem ini tak ada bedanya dengan sistem Lintah darat yang dipakai di Pedesaan dulu.
    Dari sini saya mendapat pelajaran, ternyata sistem di Bank Konvensional jauh lebih baik dan Fair jika dibandingkan sistem di Bank Syariah.

  • @aryadelta7945

    Bunga flat bank 12% per tahun jika tenor 4 tahun maka bunga bank yg dibayar hingga lunas sama 50% dari pinjaman pokok, sedangkan jika tenor 8 tahun maka bunga yg dibayarkan sama dengan pokok pinjaman. (Pinjam 100 jt tenor 8 thn maka bunganya saja yg harus dibayarkan 100 jt, total pembayaran 200 jt) makin lama tenor maka makin besar total bunga yg dibayarkan bahkan bisa jadi bunga yg dibayarkan lebih besar dari pokok pinjaman.

  • @beesilebah1297

    Perbedaannya adalah
    akad syariah : rumah dgn uang
    Akad konven : uang dg uang
    Uang dgn uang + ada bunga : riba
    Barang dgn uang : jual beli

  • @InfokuId

    Cih video kosong lagi generic semua

  • @awaqibahmunir9148

    Mungkin narsumnya keliru sedikit, bank syariah sistemnya “seolah-olah” beli rumah dan dijual kembali? Itu seolah-olah atau mmg dijual belikan? Mohon jawabannya🙏🏻

  • @enjoycoffee4098

    Konvensional vs syariah
    Konvensional bunga dan syariah istilahnya memakai bahasa arab
    Untuk total yg dibayarkan sama saja jumlahnya
    Untuk sanksi juga ada penyitaan

  • @sitisari8285

    Harta hanya berputar2 pada orabg2 kaya… Peran negara harus ada utk mewujudkan rakyat memiliki rumah layak. Jangan memperkaya diri sendiri, masih banyak yg blm punya rumah, pekerjaan smkn susah.. Adapun diupah kecil dgn berbagai resiko

  • @alfinfansyuri9669

    Di sebab kan manusia tdk peduli terhadap hukum allah melalui muamalah total,maka byk manusia miskin,tdk punya mukim,nanti manusia2 miskin kan menuntut kpd pembuat kebijakan,itu di hadapan tuhan,

  • @alfinfansyuri9669

    Di sebab kan manusia tdk peduli terhadap hukum allah melalui muamalah total,maka byk manusia miskin,tdk punya mukim,nanti manusia2 miskin kan menuntut kpd pembuat kebijakan,itu di hadapan tuhan,

  • @satrioaja7546

    Klo pengen pelunasan dipercepat…apa kita harus bayar semua marginnya……klo dibayar semua …sama ajablintah darat..

  • @vinindonesia

    jadi kak yang 105juta ini diserahin ke bank juga atau serahin ke developernya?

  • @nfsfamily5704

    Baru mau nanya2 perum. Tmn kasih tahu antara KPR syariah sama konvesional. Sama2 20thn THN tapi yg di syariah lebih besar tapi akad emang jual beli. Kalau konven bunga. Mau ngambil jadi bingung 😭

  • @SuperIcux

    Persamaannya adalah sama2 riba. Yg konvensional memang jelas riba, yg syariah pura2 bukan riba padahal sama aja riba 🤣🤣🤣

  • @claraaglistian2998

    10tahun = 180bulan sebut sampe 3x dan host tdk meralat seperti tdk memperhatikan 😅

  • @vandamme7713

    5:05 bank syariah seolah2 membeli…

    Emg sama aja mau konven /syariah msh ada denda,pinalthy dan sita..
    Cm bda istilah/bhasa aja..😁😁

  • @bapaknyailham819

    Mau syariah mau apapun intinya kalo telat bayar kena denda tetep aja riba wkwkwk

  • @AnTon-oy3bi

    Syariah, klo nasabah gak bisa bayar banknya yg terusin.